Pasangan ganda putri Greysia Polii/ Apriyani Rahayu berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang berakhir pada 5 Agustus lalu. Di Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, bulan ini, sektor ganda putri diharapkan mampu meraih hasil lebih baik. Dalam Kejuaraan Dunia yang digelar di Nanjing, Tiongkok itu, Indonesia berhasil meloloskan tiga pasangan ganda putri ke babak perempatfinal. Namun hanya Greysia/Apriyani yang melaju sampai semifinal. Sedangkan dua ganda lainnya yaitu Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris, dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dikalahkan ganda putri Jepang, masing-masing Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka (21-17, 12-21, 15-21), dan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (17-21, 15-21). Sayangnya, Greysia/Apriyani harus mengakui keunggulan pasangan Jepang lainnya, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dengan skor 12-21, 21-23 di babak semifinal dan harus puas dengan medali perunggu. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti mengapresiasi hasil yang dicapai sektor ganda putri. Namun dia berharap para pemain ganda putri melakukan perbaikan di sisi kekuatan dan ketahanan fisik. "Saya melihat progres di sektor ganda putri dari segi teknik permainan. Hanya sayang masih kurang di power, fisik dan ketahanan dan kesabaran dalam melawan pasangan Jepang," katanya seperti dilansir laman web resmi PBSI, badmintonindonesia.org. "Semoga di Asian Games bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi," sambungnya. Amiin.. (badmintonindonesia.org/bwfbadminton.com)